<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hai... Hai... Hai...</title>
	<atom:link href="http://irsyadfaizal.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irsyadfaizal.wordpress.com</link>
	<description>I Hate My Self and Want to Die</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 19:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irsyadfaizal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hai... Hai... Hai...</title>
		<link>http://irsyadfaizal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irsyadfaizal.wordpress.com/osd.xml" title="Hai... Hai... Hai..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://irsyadfaizal.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pentingnya Merangsang Panca Indra Si Buah Hati</title>
		<link>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/pentingnya-merangsang-panca-indra-si-buah-hati/</link>
		<comments>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/pentingnya-merangsang-panca-indra-si-buah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 19:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsyadfaizal.wordpress.com/?p=1724</guid>
		<description><![CDATA[Orang Tua mana yang tak ingin buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Untuk mencapainya, tentu perlu dukungan kita sebagai orang tua sejak dini. Bagaimana caranya? Menurut dr Setyo Handryastuti SpA (K) Divisi Neurologi Anak FKUI – RSCM, dengan stimulasi (merangsang) panca indra si kecil supaya berkembang lebih baik, mengasahnya harus dengan cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1724&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Tua mana yang tak ingin buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Untuk mencapainya, tentu perlu dukungan kita sebagai orang tua sejak dini.</p>
<p>Bagaimana caranya? Menurut dr Setyo Handryastuti SpA (K) Divisi Neurologi Anak FKUI – RSCM, dengan stimulasi (merangsang) panca indra si kecil supaya berkembang lebih baik, mengasahnya harus dengan cara yang tepat. Yuk, cari tahu aplikasinya!</p>
<p>Jangan dikira bayi baru lahir tidak tahu apa-apa loh! Panca indra bayi sudah mulai aktif sejak dalam kandungan. Di dalam rahim, bayi dapat mendengar suara dan detak jantung ibunya, secara tidak langsung hal ini sudah merangsang pendengaran bayi. Bayi juga sudah dirangsang keseimbangannya karena dapat melayang di dalam cairan ketuban.</p>
<p><strong>Perlunya Stimulasi Dini</strong></p>
<p>Sejak lahir bayi sudah siap distimulasi tapi harus sesuai tahap perkembangannya. “Begitu bayi lahir semua panca indra sudah berfungsi, ia sudah siap distimulasi dan dapat menyerap hal-hal baru di sekitarnya dengan cepat,” kata dr Setyo.</p>
<p>Panca indra yang sudah berfungsi baik utamanya pada indra penglihatan, pendengaran, peraba, dan keseimbangan (proprioseptif). Jadi, begitu si kecil lahir, orangtua harus mulai menstimulasi agar panca indranya berkembang lebih baik.</p>
<p>Pasalnya, perkembangan otak dimulai sejak dalam kandungan dan ketika bayi baru lahir panca indranya sudah berkembang. Namun, apakah perkembangannya optimal atau tidak, bergantung pada stimulasi yang diberikan.</p>
<p>Stimulasi yang tepat bisa meningkatkan kecerdasan anak nantinya. Selain meningkatkan intelegensia, pemberian stimulasi juga terbukti dapat memperkuat keterikatan emosional antara orangtua dan anak.</p>
<p><strong>Stimulus Kelima Panca Indra</strong></p>
<p>Menurut dokter yang akrab dipanggil dokter Andry ini, panca indra merupakan pintu masuk semua stimulus dari lingkungan seorang anak. Sebelum si kecil berusia enam bulan, indra pendengaran dan penglihatannya sudah harus dideteksi.</p>
<p>Bentuk rangsangan yang dapat dirasakan si kecil yaitu:</p>
<p><strong>1. Penglihatan</strong><br />
Ia tahu seperti apa wajah Ibunya dengan menggunakan indra penglihatan. Fungsi penglihatan akan berkembang dengan cepat utamanya setelah usia delapan bulan.</p>
<p><strong>2. Pendengaran</strong><br />
Sejak belum lahir, indra pendengaran bayi sudah aktif. Ketika lahir, biasanya ia masih mengingat suara Ibunya.</p>
<p><strong>3. Peraba</strong><br />
Dirangsang ketika pertama kali bersentuhan dengan kulit Ibunya saat Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kegiatan ini mengaktifkan indra peraba. Sejak dalam kandungan, tubuh bayi sudah sensitif terhadap sentuhan.</p>
<p><strong>4. Penciuman</strong><br />
Saat IMD, selain sentuhan, si kecil dapat mencium bau atau aroma tubuh Ibunya. Ini sekaligus mengaktifkan indra penciumannya.</p>
<p><strong>5. Pengecapan</strong></p>
<p>Sejak awal indra pengecapnya sudah dirangsang dengan minum ASI.</p>
<p><strong>Waspada Jika Ada Kelainan</strong></p>
<p>Jika ditemukan kelainan atau adanya gangguan pada panca indra bayi yang baru lahir, yang mudah dilihat sejak awal yakni indra pendengaran dan penglihatan.</p>
<p>Kalau terdengar suara keras, tetapi si kecil tidak tampak kaget, Moms patut waspada.Kemudian kalau melihat cahaya silau, tapi ia tidak berkedip, juga harus hati-hati. Mungkin saja ada gangguan pada indra tersebut. Sebaiknya segera konsultasi pada dokter.</p>
<p>Saat ini sudah ada screening pendengaran untuk mengecek jika memang ada gangguan.</p>
<p>Indra penglihatan bayi memang belum bisa melihat jelas, hanya bayang-bayang. Untuk mendeteksi indra penciuman bayi, biasanya kalau tercium bau sangat menyengat, ekspresi mukanya terlihat jelas.</p>
<p><strong>Interaksi Dua Arah</strong></p>
<p>Merangsang panca indra si kecil tidak perlu dengan alat atau sesuatu yang mahal seperti CD, program baby TV, atau sekolah khusus. Andry mengatakan stimulasi cukup dilakukan di rumah saja misalnya Moms atau pengasuh mengajak main si kecil, diajak berbicara, bernyanyi, mendengarkan musik dan dikenalkan hal-hal baru lainnya.</p>
<p>“Jangan didiamkan saja atau dipasang televisi di kamar, bayi dibiarkan menonton program baby TV sendirian, itu hal yang salah!” tegasnya.</p>
<p>Pada dasarnya semua panca indra akan terstimulasi dengan mengajak berbicara atau sekadar main kerincingan. Dengan warna mainan yang mencolok akan merangsang indra penglihatannya. Bunyi dari mainan kerincingan juga mengasah indra pendengarannya.</p>
<p>Indra perabanya akan terasah ketika si kecil memegang mainan dimana ia akan dapat membedakan mainannya licin atau kasar. Kadang-kadang untuk memenuhi rasa ingin tahunya, ia mencium-cium mainannya yang akan merangsang indra penciuman.</p>
<p>Bahkan si kecil juga sering memasukkan mainan atau suatu benda ke mulutnya untuk sekadar mengecap rasanya. Disitulah indra pengecapan juga ikut terasah.</p>
<p>Seperti Anda tahu, waktu tidur bayi memang lama, namun semakin besar waktu tidurnya akan berkurang. Jadi saat si kecil bangun dan terjaga (keadaan sadar), ajaklah berbicara atau bermain. Manfaatkan waktu untuk menstimulasi si kecil. Termasuk kegiatan mandi.</p>
<p>Tak ada salahnya sambil memandikan si kecil, ajak dia berbicara, tersenyum, atau tertawa.</p>
<p>“Tidak perlu lama-lama, pokoknya begitu ia melek atau setiap ia bangun tidur, boleh distimulasi!“ saran Andry. (Sumber: Tabloid Mom &amp; Kiddie)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1724/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1724&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/pentingnya-merangsang-panca-indra-si-buah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/298568729bab00bebe041cdfaf158898?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsyadfaizal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Mental Untuk Punya Momongan</title>
		<link>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/siapkan-mental-untuk-punya-momongan/</link>
		<comments>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/siapkan-mental-untuk-punya-momongan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 18:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsyadfaizal.wordpress.com/?p=1721</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Anda memutuskan untuk hamil dan memerbanyak anggota keluarga Anda, persiapan mental pun perlu dibarengi. Terkadang, seorang wanita takut tentang kehamilan, tetapi pria lebih takut dan khawatir dibanding wanita. Untuk membantu suami memersiapkan emosional yang baik pada seorang pria mengenai kehamilan, Anda harus membangun kepercayaan dan keyakinan. Selebihnya, agar mental Anda sebagai orangtua teruji. Yakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1721&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Anda memutuskan untuk hamil dan memerbanyak anggota keluarga Anda, persiapan mental pun perlu dibarengi.</p>
<p>Terkadang, seorang wanita takut tentang kehamilan, tetapi pria lebih takut dan khawatir dibanding wanita. Untuk membantu suami memersiapkan emosional yang baik pada seorang pria mengenai kehamilan, Anda harus membangun kepercayaan dan keyakinan. Selebihnya, agar mental Anda sebagai orangtua teruji.</p>
<p><strong>Yakin</strong></p>
<p>Mengetahui sang istri hamil kadang ditanggapi beberapa sikap oleh para suami. Salah satu pikiran yang terlintas di pikiran dan benak mereka salah satunya adalah tanggung jawab yang juga harus menjadi lebih banyak daripada sebelumnya.</p>
<p>Pikiran-pikiran untuk mempunyai anak dan perasaan kewajiban untuk menabung, cukup dapat menyita banyak porsi di pikiran pria dan terkadang menimbulkan kekhawatiran pada dirinya.</p>
<p>Sebagai pasangan yang baik, Anda harus dapat memberikan dukungan guna meyakinkan dirinya bahwa hubungan akan semakin erat dan memiliki anak adalah hal yang menyenangkan. Jelaskan pada dirinya bagaimana dengan memiliki seorang anak, kehidupan rumah tangga Anda akan lebih berwarna.</p>
<p><strong>Prepare, prepare, prepare</strong></p>
<p>Ya, ketika Anda memutuskan untuk mengikuti program kehamilan, pada saat bersamaan Anda pun harus sudah mengetahui segala tanggung jawab menjadi orangtua. Jelas Anda dan pasangan harus siap secara fisik dan mental.</p>
<p>Karenanya, bantu suami agar bisa lebih dapat memersiapkan emosionalnya dengan baik. Anda juga harus mengukur kemampuan Anda merawat dan mempersiapkan fasilitas terbaik untuk buah hati.</p>
<p><strong>Bayangkanlah</strong></p>
<p>Jika Anda mencoba cara ini, Anda dapat mencoba banyak hal untuk secara emosional memersiapkan suami Anda untuk menyepakati program kehamilan. Untuk beberapa hari, mainkan permainan dengan membayangkan bahwa Anda sudah memiliki anak. Dengan cara ini, dia akan tahu bagaimana mengelola hal-hal, perawatan untuk bayi dan Anda.</p>
<p><strong>Cek kesehatan</strong></p>
<p>Ini adalah langkah penting sebelum Anda merencanakan untuk hamil. Setelah Anda memersiapkan emosional suami agar lebih mantap dan yakin, Anda harus mencoba untuk melakukan beberapa tes untuk melihat apakah Anda berdua memiliki beberapa infeksi atau penyakit.</p>
<p>Jika Anda memiliki suatu penyakit saat hamil cenderung akan berbahaya bagi Anda dan bayi. Jadi konsultasikan dengan dokter Anda dan cek kesehatan. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum Anda berdua benar-benar memiliki keputusan bersama sebelum Anda hamil.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1721&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/siapkan-mental-untuk-punya-momongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/298568729bab00bebe041cdfaf158898?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsyadfaizal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Ayah dikehidupan-mu</title>
		<link>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/arti-ayah-dikehidupan-mu/</link>
		<comments>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/arti-ayah-dikehidupan-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 18:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsyadfaizal.wordpress.com/?p=1719</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang yg sdh dewasa, yg sedang jauh dr orangtua, pasti akan lebih sering merasa kangen dgn mamanya. Lalu &#8230; bagaimana dgn ayah ? Mungkin krn mama lbh sering nelpon utk mnanyakan keadaan mu &#160; Tapi tahukah kamu &#8230;., bahwa ternyata ayah lah yg mengingatkan mama utk rajin meneleponmu ? &#160; Saat kecil, mamalah yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1719&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi seorang yg sdh dewasa, yg sedang jauh dr orangtua,<br />
pasti akan lebih sering merasa kangen dgn mamanya.<br />
Lalu &#8230; bagaimana dgn ayah ?<br />
Mungkin krn mama lbh sering nelpon utk mnanyakan keadaan mu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi tahukah kamu &#8230;.,<br />
bahwa ternyata ayah lah yg mengingatkan mama utk rajin meneleponmu ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kecil, mamalah yg lebih sering mendongeng.<br />
Tapi tahukah kamu bhw sepulang ayah bekerja dgn wajah lelah beliau selalu masih menyempatkan diri menanyakan pd mama ,apa yg kamu lakukan seharian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kamu sakit batuk / pilek, ayah kadang membentak<br />
&#8220;sudah dibilang ! jangan minum es!&#8221;.<br />
Tp tahukah kamu bahwa itu adalah perwujudan dari rasa khawatir seorang ayah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika kamu remaja, seseuai dg anak seumurmu , mk kamu pasti menuntut utk dpt izin keluar malam.<br />
ayah dgn tegas brkata &#8220;tidak boleh !&#8221; , kata itu Jangan sekali-sekali diartikan sebagai ayah Tidak Sayang kamu .<br />
Sadarkah kamu bahwa itu adalah karena ayah hanya ingin menjagamu ? sadarkah kamu bahwa itu mmg sdh menjadi kewajiban ayahmu .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena bagi ayah, kamu itu adalah sesuatu yg sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilindungi .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun pasti akan melonggarkan peraturannya.<br />
Dan sekali waktu pasti kamu akan memaksa utk melanggar jam malamnya.<br />
Maka yg dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah dan menempuh pendidikan di kota lain. Ayah pun harus rela melepasmu.<br />
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku utk memelukmu? Lidah pun terasa kelu utk mengucap perpisahan.<br />
Dan ayah sebenarnya sangat ingin menangis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di saat kmu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu dan kebutuhan hidupmu , ayah mungkin akan mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, ayah pasti akan memenuhinya.<br />
Saat kamu diwisuda.<br />
Maka , Ayah adalah org pertama yg berdiri dan bertepuk tangan untukmu.<br />
Disitu lah terasa ayah mu tersenyum dan bangga</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampai ketika kamu menemukan pasangan dan idaman hidupmu<br />
maka, ayah akan sangat berhati-hati dlm memberi izin.<br />
Dan akhirnya..<br />
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yg dianggapnya pantas,<br />
Ayahpun tersenyum bahagia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa kamu tahu, bahwa ayah mu sempat pergi ke belakang utk membasuh airmata Bahagia karena beliau ternyata telah menangis?<br />
ayah menangis karena ayah sangat bahagia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Figur ayah mungkin mmg bukanlah figur yg bisa mengemukakan perasaan dengan gamblang tetapi tetaplah merupakan figur yg juga bisa terhanyut oleh perasaan haru dan bahagia .<br />
“Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya&#8221; Pasti hanya itu Doa nya , Doa seorang Ayah &#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah itu seorang ayah hanya bisa menunggu kedatangan kamu bersama cucu-cucunya yg sesekali dtg utk menjenguk</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan rambut yg memutih dan badan yg sedikit terbongkok karena beban hidup,<br />
beliau tak lagi kuat utk menjagamu.<br />
Menjadi Tugasmu lah untuk ganti menjaga dan membahagiakan beliau , karena sampai saat itu tak banyak lagi yg dibutuhan beliau .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maukah kamu memberi Arti dan Nilai Kebahagiaan kepada Ayah sampai akhir hidupnya &#8230;&#8230;. ????</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsyadfaizal.wordpress.com/1719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsyadfaizal.wordpress.com&amp;blog=952510&amp;post=1719&amp;subd=irsyadfaizal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsyadfaizal.wordpress.com/2012/01/26/arti-ayah-dikehidupan-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/298568729bab00bebe041cdfaf158898?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsyadfaizal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
